Lompat ke konten
Artikel
Artikel

Jejak Audit dalam Sistem Internal Perusahaan: Siapa Mengubah Apa, dan Kapan

·Diperbarui ·2 menit baca·Tim SYSTEC

Jejak Audit dalam Sistem Internal Perusahaan: Siapa Mengubah Apa, dan Kapan

Setiap selisih di perusahaan berujung pada pertanyaan yang sama: siapa yang mengubah angka ini, dan kapan. Tanpa jejak audit, jawabannya adalah perdebatan. Dengan jejak audit, jawabannya adalah satu baris riwayat yang tidak bisa dibantah.

Artikel ini membahas apa yang seharusnya dicatat, bagaimana menjaganya agar tidak bisa dihapus, dan cara memakainya sehari-hari, bukan hanya saat pemeriksaan.

Kenapa spreadsheet tidak punya jejak

Sel yang diubah tidak menyimpan nilai lamanya, dan file yang disalin tidak tahu siapa yang menyalinnya. Ketika stok catatan berbeda dengan stok gudang, tidak ada cara mengetahui sejak kapan. Ini salah satu tanda yang dibahas di kapan perusahaan harus pindah dari spreadsheet.

Untuk latar belakang umum, ringkasan tentang audit di Wikipedia cukup membantu sebelum masuk ke praktiknya.

Lima hal yang dicatat jejak audit pada setiap perubahan data
Nilai sebelum dan sesudah adalah bagian yang paling sering terlupakan, dan paling berguna.

Apa yang dicatat jejak audit

Siapa yang mengubah, kapan, nilai sebelum dan sesudah, dari perangkat mana, dan bila diwajibkan, alasannya. Catatan itu dibuat sistem secara otomatis pada setiap perubahan data penting: stok, harga, persetujuan, dan data master.

Tidak bisa dihapus, bahkan oleh admin

Riwayat ditulis ke tempat yang hanya bisa ditambah, tidak bisa diubah. Admin bisa melihatnya, tetapi tidak bisa menyuntingnya. Tanpa aturan ini, jejak audit hanya formalitas.

Terhubung ke persetujuan

Perubahan yang butuh persetujuan mencatat siapa yang menyetujui, seperti dibahas di alur persetujuan otomatis.

Memakai jejak audit sehari-hari

Jejak audit paling berguna bukan saat pemeriksaan tahunan, melainkan saat selisih kecil ditemukan hari ini. Buka riwayat barangnya, temukan perubahan yang tidak wajar, tanyakan kepada pelakunya, lalu perbaiki sebabnya. Contohnya ada di modul jejak audit sistem inventori multi gudang.

Urutan menelusuri selisih memakai jejak audit
Tujuannya memperbaiki sebab, bukan mencari siapa yang salah.

Untuk memperbaiki sebab, bukan mencari kambing hitam

Bila jejak audit dipakai untuk menghukum, orang akan mencari cara menghindarinya. Bila dipakai untuk menemukan sebab, misalnya alur yang membingungkan, orang akan mengandalkannya. Ini soal budaya sebanyak soal sistem, dan kami membahasnya sejak tahap pemetaan di layanan ERP custom.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah jejak audit membuat sistem lambat?

Tidak terasa bila dirancang dengan benar. Riwayat ditulis terpisah dari data utama dan hanya dibaca saat dibutuhkan.

Berapa lama riwayat disimpan?

Sesuai kebutuhan perusahaan dan aturan yang berlaku untuk industrinya; lazimnya beberapa tahun.

Bisakah pelanggan atau auditor melihatnya?

Bisa diberi akses baca untuk bagian tertentu, tanpa hak mengubah apa pun.

Kesimpulan

Jejak audit mengubah perdebatan menjadi satu baris riwayat. Kalau selisih di perusahaan Anda masih berakhir dengan saling tanya, mari bicarakan data mana yang perlu dijaga.

Topikjejak audit

BagikanWhatsAppLinkedInFacebookX

Ditulis oleh Tim SYSTEC

Kami membangun ERP dan sistem internal custom untuk perusahaan di Indonesia, dimulai dari memetakan proses yang sudah berjalan di lapangan.

Tentang SYSTEC

Ingin membicarakan kasus di perusahaan Anda sendiri?

Chat via WhatsApp